Panduan · diperbarui 24 September 2026
Cara menghitung HPP per kilo ayam broiler
HPP (Harga Pokok Produksi) per kilo adalah modal yang keluar untuk menghasilkan 1 kg ayam hidup. Kalau harga jual per kilo di atas HPP, periode itu untung. Kalau di bawah, tekor.
HPP per kg = semua biaya satu periode (Rp) ÷ total bobot ayam (kg)
Biaya apa saja yang dihitung
- DOC: jumlah ekor × harga per ekor
- Pakan: pakan yang habis dimakan × harga per kg
- Obat, vitamin, vaksin
- Biaya lain: sekam, gas atau batu bara pemanas, listrik, upah anak kandang, dan sejenisnya
Contoh hitungan
Satu kandang 5.000 ekor, panen umur 32 hari, ayam hidup 4.750 ekor dengan bobot rata-rata 1,9 kg. Harga di bawah ini hanya contoh.
| Biaya | Hitungan | Jumlah |
|---|---|---|
| DOC | 5.000 ekor × Rp 7.000 | Rp 35.000.000 |
| Pakan | 13.990 kg × Rp 8.500 | Rp 118.915.000 |
| Obat, vitamin, vaksin | Rp 4.000.000 | |
| Biaya lain | Rp 12.000.000 | |
| Total | Rp 169.915.000 |
- Total bobot ayam = 4.750 ekor × 1,9 kg = 9.025 kg
- HPP = Rp 169.915.000 ÷ 9.025 kg = Rp 18.827 per kg
Dari contoh ini juga kelihatan: pakan adalah 70% dari seluruh biaya. Karena itu FCR yang lebih irit adalah jalan paling besar untuk menurunkan HPP.
Kesalahan yang sering terjadi
- Pakan dihitung dari yang dibeli, bukan yang dipakai. Sisa pakan di gudang bukan biaya periode ini. Kalau ikut dihitung, HPP kelihatan lebih mahal dari sebenarnya.
- Biaya kecil tidak dicatat. Gas, sekam, dan upah harian terasa kecil satu-satu, tapi dijumlah satu periode bisa jutaan rupiah.
- Ayam mati ikut dihitung sebagai bobot. Pembaginya adalah bobot ayam yang hidup, bukan jumlah DOC yang masuk.
HPP di kemitraan (plasma)
Di pola kemitraan, harga DOC, pakan, dan obat biasanya sudah ditetapkan di kontrak dengan perusahaan inti, begitu juga harga ayam saat panen. Menghitung HPP sendiri selama periode berjalan tetap berguna: Bapak/Ibu bisa memperkirakan hasil periode ini tanpa harus menunggu surat perhitungan dari inti.