Uxon Broiler

Panduan · diperbarui 24 September 2026

Cara menghitung FCR ayam broiler

FCR (Feed Conversion Ratio) adalah berapa kilo pakan yang habis untuk menghasilkan satu kilo bobot ayam. Makin kecil FCR, makin irit pakannya.

FCR = total pakan yang habis (kg) ÷ total bobot ayam (kg)

Contoh hitungan

Satu kandang, panen di umur 32 hari:

  1. Total bobot ayam = 4.750 ekor × 1,9 kg = 9.025 kg
  2. FCR = 13.990 kg ÷ 9.025 kg = 1,55

Artinya, tiap 1 kg daging ayam hidup butuh 1,55 kg pakan.

Kenapa selisih kecil itu mahal

Dari contoh di atas, kalau FCR-nya 1,60 dan bukan 1,55, dengan bobot panen yang sama pakan yang habis jadi 14.440 kg. Itu 450 kg lebih banyak. Dengan harga pakan Rp 8.500/kg, selisih FCR 0,05 saja sudah sekitar Rp 3,8 juta untuk satu kandang 5.000 ekor.

Berapa FCR yang bagus

Patokannya adalah standar strain yang dipelihara, dan standar itu naik mengikuti umur. Target dari buku panduan resmi:

UmurRoss 308Cobb 500
21 hari1,1421,182
28 hari1,2691,322
30 hari1,3061,358
32 hari1,3431,392
35 hari1,3991,441

Sumber: Aviagen, Ross 308 Broiler Performance Objectives 2022; Cobb-Vantress, Cobb500 Broiler Performance & Nutrition Supplement 2022. Angka ini target pada pakan dan pemeliharaan yang baik, dan tidak menghitung ayam yang mati. Di kandang sungguhan, FCR biasanya lebih tinggi dari angka ini.

Yang lebih berguna daripada membandingkan dengan buku: bandingkan FCR kandang Bapak/Ibu dengan periode sebelumnya di kandang yang sama.

Kesalahan yang sering terjadi

FCR sebelum panen

FCR bisa dihitung kapan saja selama periode berjalan, tidak harus menunggu panen. Caranya sama: pakan yang sudah habis sampai hari ini dibagi perkiraan bobot ayam hari ini (jumlah ayam hidup × bobot rata-rata dari timbang sampel). Kalau FCR sudah melenceng di minggu ketiga, masih ada waktu untuk mencari sebabnya.

FCR juga dipakai untuk menghitung IP (Indeks Performa), yang di banyak kemitraan ikut menentukan besar bonus.