Panduan · diperbarui 24 September 2026
Cara membuat recording harian ayam broiler
Recording adalah catatan harian kandang: berapa ayam yang mati, berapa pakan yang habis, berapa air yang diminum, dan bobot ayam dari hasil timbang. Dari recording inilah FCR, IP, dan HPP dihitung. Kalau recording-nya bolong, semua angka itu ikut salah.
Yang dicatat setiap hari
- Tanggal dan umur ayam (hari DOC masuk = umur 0)
- Ayam mati (ekor)
- Ayam afkir yang dikeluarkan karena sakit atau cacat (ekor)
- Pakan yang habis hari itu (kg atau sak)
- Air minum (liter), kalau ada meteran air
- Suhu terendah dan tertinggi di dalam kandang, dan kelembapan
- Obat, vitamin, vaksin yang diberikan
- Catatan: lampu mati, pakan terlambat datang, ayam ngorok, dan sejenisnya
Yang dicatat seminggu sekali
- Timbang sampel: timbang beberapa ekor dari beberapa titik kandang, lalu catat bobot rata-ratanya dan jumlah ayam yang ditimbang. Makin banyak sampel, makin dekat ke bobot asli.
- Keseragaman (kalau dihitung): berapa persen ayam yang bobotnya dekat ke rata-rata.
Contoh recording
Kandang 5.000 ekor Ross 308. Sampai umur 21 hari sudah ada 150 ekor mati dan afkir, jadi ayam hidup 4.850 ekor. Recording empat hari berikutnya:
| Umur | Mati | Afkir | Pakan (kg) | Air (L) | Ayam hidup | Pakan per ekor (g) | Standar (g) |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 22 | 3 | 0 | 525 | 950 | 4.847 | 108 | 111 |
| 23 | 2 | 0 | 550 | 990 | 4.845 | 114 | 117 |
| 24 | 4 | 1 | 575 | 1.030 | 4.840 | 119 | 122 |
| 25 | 12 | 2 | 500 | 1.010 | 4.826 | 104 | 128 |
Pakan per ekor = pakan hari itu ÷ ayam hidup. Contoh umur 22: 525 kg × 1.000 ÷ 4.847 ekor = 108 g per ekor. Angka standar dari tabel standar Ross 308.
Cara membaca contoh di atas
Umur 22 sampai 24 normal: pakan per ekor 97–98% dari standar, dan air sekitar 1,8 kali pakan. Di umur 25 ada tiga tanda sekaligus:
- Pakan per ekor turun ke 104 g, hanya 81% dari standar 128 g.
- Ayam mati naik dari 2–4 ekor jadi 12 ekor.
- Air dibanding pakan naik dari 1,8 jadi 2,0: ayam tetap minum tapi malas makan.
Ini saatnya memeriksa kandang hari itu juga: suhu, tempat minum, tanda penyakit. Kalau recording baru dijumlah seminggu sekali, tanda ini baru ketahuan beberapa hari kemudian.
Kesalahan recording yang sering terjadi
- Mengisi belakangan. Recording yang diisi dua-tiga hari sekaligus biasanya hasil ingat-ingat, bukan hitungan.
- Mencatat pakan yang datang, bukan yang habis. Yang dicatat adalah pakan yang diberikan ke ayam hari itu, bukan pakan yang masuk gudang.
- Ayam afkir tidak dicatat. Afkir tetap mengurangi jumlah ayam hidup. Kalau tidak dicatat, pakan per ekor dan bobot total ikut salah.
- Catatan tersebar. Pakan di buku, ayam mati di kertas, bobot di foto WhatsApp. Saat mau dihitung, satu-dua hari selalu hilang.
Dari recording ke angka periode
Dengan recording yang lengkap, tiga angka utama bisa dihitung kapan saja:
- FCR: jumlah pakan yang habis ÷ bobot ayam
- IP: dari persen ayam hidup, bobot, umur, dan FCR
- HPP per kilo: semua biaya ÷ bobot ayam